Film
Pada tahun 1998, Rowling menjual hak
film dari empat buku pertama Harry Potter kepada Warner Bros. dengan harga £1 juta ($1.982.900).[135][136] Rowling meminta agar para pemain dalam
film Harry Potter haruslah berasal dari Britania, namun tidak menutup kemungkinan pemeran
berkebangsaan lainnya juga terlibat, misalnya aktor Irlandia Richard Harris yang memerankan Dumbledore, dan pemeran Perancis dan Eropa Timur dalam film Harry Potter and
the Goblet of Fire, yang memang sesuai dengan asal
karakter dalam buku.[137] Sejumlah sutradara dipertimbangkan untuk
menggarap Harry Potter, termasuk Steven Spielberg, Terry Gilliam, Jonathan Demme, dan Alan Parker.
Pada akhirnya, Chris Columbus ditunjuk pada 28 Maret 2000 untuk
menyutradarai Harry Potter and
the Philosopher's Stone (berjudul "Harry
Potter and the Sorcerer's Stone" di Amerika Serikat). Penunjukan
Columbus ini didasari oleh karya-karya film keluarganya seperti Home Alone dan Mrs. Doubtfire, serta pengalamannya yang terbukti
mampu mengarahkan anak-anak saat bermain film.[138] Setelah proses pemilihan pemeran yang panjang, syuting dimulai pada bulan Oktober 2000 di Leavesden Film
Studios London, dan produksi berakhir pada bulan
Juli 2001.[139][140] Philosopher's Stone dirilis pada tanggal 14 November 2001. Tiga hari setelah rilis film
pertama, produksi untuk Harry Potter and
the Chamber of Secrets, yang juga disutradarai oleh Columbus,
dimulai. Syuting film kedua selesai pada musim panas 2002, filmnya sendiri
dirilis pada 15 November 2002.[141] Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson masing-masingnya memerankan Harry Potter, Ron Weasley dan Hermione Granger di keseluruhan film.
Columbus menolak menyutradarai film
ketiga, Harry Potter and
the Prisoner of Azkaban, dan hanya bertindak sebagai produser.
Sutradara Meksiko Alfonso Cuarón mengambil alih posisi Columbus sebagai
sutradara, dan setelah pengambilan gambar pada tahun 2003, film ini dirilis
pada 4 Juni 2004. Film keempat mulai diproduksi sebelum dirilisnya film ketiga.
Oleh sebab itu, Mike Newell dipilih sebagai sutradara untuk Harry Potter and
the Goblet of Fire, yang dirilis pada 18 November 2005.[142] Newell merupakan sutradara Inggris
pertama yang menggarap seri Harry Potter. Harry Potter and the Order of the Phoenix disutradarai oleh sutradara televisi David Yates.
Produksi film ini dimulai pada bulan Januari 2006 dan dirilis setahun kemudian
pada bulan Juli 2007, bertepatan dengan peluncuran novel terakhir, Harry Potter dan Relikui
Kematian. Oleh sebab itu, banyak yang menganggap bahwa Juli 2007 adalah
"bulannya Harry Potter".[143][144] Karena eksekutif "sangat
menyukai" film sebelumnya, Yates terpilih lagi untuk menyutradarai Harry Potter and
the Half-Blood Prince, yang dirilis pada 15 Juli 2009.[145][146][147][148]
Pada bulan Maret 2008, Presiden dan COO
Warner Bros., Alan F. Horn,
mengumumkan bahwa film terakhir dalam seri, Harry Potter and
the Deathly Hallows, akan dirilis dalam dua bagian
sinematik: Bagian 1 pada 19 November 2010 dan Bagian 2 pada 15 Juli 2011. Produksi kedua bagian ini dimulai pada bulan Februari
2009, dan hari terakhir pengambilan gambar berlangsung pada 12 Juni 2010.[149][150]
Rowling memiliki kontrol kreatif atas
seri film Harry Potter, mengamati proses
pembuatan film Philosopher's Stone dan menjabat sebagai produser pada kedua film Deathly Hallows, bersama dengan David Heyman dan David Barron.[151] Film-filmHarry Potter selalu merajai tangga box office. Secara keseluruhan,
kedelapan film tersebut menjadi film seri dengan pendapatan kotor tertinggi di seluruh dunia. Philosopher's Stone adalah film Harry Potter dengan pendapatan kotor tertinggi sampai
dirilisnya film terakhir, Deathly Hallows Part 2, sedangkan Prisoner of Azkaban berpendapatan kotor paling rendah.[152] Selain sukses secara finansial, seri
film Harry Potter juga sukses secara kritikal.[153][154]
Pendapat mengenai film-film Harry Potter di antara penggemar umumnya terbagi dua;
satu kelompok lebih memilih untuk setia pada dua film pertama, dan kelompok
lainnya lebih memilih untuk menyukai film-film sesudahnya.[155] Rowling sendiri secara rutin selalu
mendukung setiap film, dan menyatakan bahwa Deathly Hallows adalah "salah satu favoritnya" dalam seri.[156][157][158][159] Rowling menulis di situs webnya tentang
transisi dari buku ke film: "Tidak mungkin untuk memasukkan setiap alur
cerita buku ke dalam sebuah film yang durasinya hanya di bawah empat jam. Jelas
film memiliki batasan-batasan yang tidak dimiliki novel, kendala waktu dan
anggaran; sementara saya bisa membuat efek yang memukau tanpa mengandalkan
apapun selain interaksi antara imajinasi saya sendiri dan para pembaca".[160]
Dalam British Academy Film Awards ke-64 pada bulan Februari 2011, Rowling, bersama dengan produser David Heyman dan David Barron serta sutradara David
Yates, Alfonso Cuarón dan Mike Newell menerima penghargaan Michael Balcon Award for Outstanding British Contribution to Cinema atas nama semua film dalam seri Harry Potter. Aktor Rupert Grint dan Emma Watson, yang memerankan karakter Ron Weasley dan Hermione Granger, juga hadir.[161][162]
Permainan
Ada sebelas permainan video Harry Potter, delapan di antaranya sesuai dengan film dan buku, dan tiga lainnya
merupakan spin-off. Permainan yang didasarkan pada film/buku diproduksi
oleh Electronic Arts, termasuk
permainan Harry Potter: Quidditch World Cup. Versi permainan video
pertama dalam seri; Philosopher's Stone, dirilis pada bulan November 2001.
Setiap permainan video umumnya dirilis bertepatan dengan perilisan film, yang
berisi pemandangan dan detil dari adegan film serta dialog dan semangat dari
kisah buku. Permainan biasanya berlangsung di dalam dan di sekitar kastil Hogwarts dan di berbagai kawasan sihir lainnya.
Cerita dan desain permainan mengikuti karakterisasi dan plot film; EA bekerja
sama dengan Warner Brothers agar bisa memasukkan adegan film ke dalam
permainan. Permainan video terakhir dalam seri, Deathly Hallows, dipecah menjadi dua
bagian, yakni Bagian 1, yang dirilis pada November 2010 dan Bagian 2, yang dirilis untuk konsol pada bulan Juli 2011. Permainan terdiri dari dua entri, dengan entri
pertama yang menyampaikan tema intens dari aksi dan kekerasan, gameplay
memiliki format bergaya penembak orang-ketiga.[163][164] Permainan spin off lainnya seperti Lego Harry Potter: Years 1–4 dan Lego Harry Potter: Years 5–7 dikembangkan oleh Traveller's
Tales dan dipublikasikan oleh Warner Bros. Interactive Entertainment. Sejumlah permainan
media noninteraktif lainnya juga telah dirilis, misalnya permainan papan Cluedo Harry Potter Edition, Scene It? Harry Potter dan Lego Harry
Potter, yang dipengaruhi oleh tema dalam novel ataupun film.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar